MEMAKNAI ISRA MIRAJ DALAM DUNIA KERJA

memaknai isra miraj dalam dunia kerja
memaknai isra miraj dalam dunia kerja

NUSAKAMBANGAN, BERCAHAYA NEWS – Tahun ini, isra miraj diperingati pada hari Senin tanggal 28 Februari 2022, Pemerintah Indonesia menetapkan hari Isra Miraj menjadi salah satu hari libur Nasional untuk memberi kesempatan kepada seluruh Umat Muslim di Indonesia memperingati hari besar tersebut dengan cara dan tradisi masing- masing.

Isra Miraj secara sederhana mengisahkan perjalanan “ajaib” Nabi Muhammad SAW dari Mekkah menuju Palestina (isra) kemudian dilanjutkan dari Palestina menuju sidrotul muntaha (miraj).

Isra Miraj menjadi peristiwa yang sangat bersejarah dalam umat muslim, karena melalui peristiwa tersebut turunlah perintah Sholat lima waktu kepada umat muslim.

Adapun beberapa hikmah yang bisa di petik dalam peristiwa Isra Miraj apabila diterapkan dalam dunia pekerjaan di antaranya adalah sebagai berikut:

1.Sampaikan kebenaran apapun konsekuensinya

Peristiwa isra miraj sangat sulit diterima dengan akal logika biasa. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu semalam Nabi Muhammad SAW telah menempuh perjalanan dari Mekkah menuju Palestina dan dilanjutkan terbang menuju langit lapis 7.

Namun nabi tetap harus menceritakan kebenaran tersebut kepada penduduk mekah walaupun konsekuensinya Nabi di hina sebagai orang gila.

Dalam kehidupan pekerjaan, hal-hal tersebut sangat mungkin terjadi, terkadang kita harus menyampaikan suatu kebenaran walaupun hasilnya akan berdampak pahit kepada kita, karena sesuatu yang benar akan selalu membawa kebaikan di akhir cerita.

2. Sosok pemimpin yang mengerti umatnya

Dalam peristiwa israj miraj, pada awalnya nabi diperintahkan Oleh Alloh SWT untuk sholat 50 kali dalam sehari, namun karena Nabi memahami kemampuan umatnya sehingga beliau memohon kepada Alloh untuk diberikan kelonggaran.

Setelah beberapa kali memohon keringanan kepada Alloh akhirnya ditetapkan perintah sholat hanya sebanyak 5 kali dalam sehari.

Kearifan dan keluwesan Rosulullah membuat umatnya dapat menjalani perintah sholat dengan baik tanpa beban yang berlebihan.

Hal ini apabila diterapkan dalam dunia kerja, seorang pemimpin yang baik harus mengetahui kapasitas anggotanya, sehingga pekerjaan kantor bisa diselesaikan dengan maksimal.

Pemimpin yang baik harus dapat memimpin secara obyektif dan berorientasi kepada hasil, bukan proses.

Karena proses yang terlihat baik belum tentu menghasilkan sesuatu yang baik, proses kerja yang sak klek dan kaku belum tentu menghasilkan kinerja yang baik juga.

Bisa jadi proses kerja yang santai dan lingkungan kerja yang tidak kaku justru dapat menghasilkan ide-ide kreatif yang bermanfaat bagi kemajuan Kantor.

Selamat memperingati hari Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1443 Hijriyah

Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait