Awal Mula Hari Aksara Internasional
Sebagaimana disebutkan bahwa peringatan yang kerap pula disebut sebagai Hari Melek Huruf Internasional ini muncul sejak diadakannya konferensi tentang Pemberantasan Buta Huruf, di Teheran, Iran, pada tanggal 8-19 September 1965.
Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan komitmen dan mengajak seluruh masyarakat dunia untuk peduli terhadap penuntasan buta aksara.
Sejak penyelenggaraan Hari Aksara Internasional (HAI) pertama pada tahun 1966, peringatan terus dilakukan oleh semua negara dunia setiap tahun sebagai wujud memajukan agenda keaksaraan di tingkat global, nasional, regional hingga desa.
Di Indonesia Peringatan HAI dinahkodai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, (Kemendikbudristek). Mengutip portal resmi kemdikbud peringatan HAI 2021 mengangkat tajuk ‘Digital Literacy for Indonesia Recovery’ dalam peringatan Hari Aksara Internasional ke-56 2021.
“Dengan harapan program pendidikan keaksaraan dapat menjadi lebih adaptif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Khususnya yang berkenaan dengan pergeseran paradigma pembelajaran,” ujar Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Jumeri, Sabtu, 4 September 2021.
Disampaikan peringatan HAI ke-56 diselenggarakan sebagai wujud komitmen Indonesia dalam pengentasan buta aksara dan melaksanakan komitmen internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Guna memeriahkan HAI yang ke-56 ini, serangkaian acara pendukung seperti Apresiasi Pendidikan Keaksaraan, Festival Literasi Indonesia, Taklimat Media, Festival Pendidikan Kesetaraan, dan Gelar Wicara.
“Puncak peringatan HAI ke-56 diselenggarakan 8 September 2021, dengan agenda penganugerahan kepada berbagai pihak yang telah berkonstribusi dalam bidang keaksaraan. Antara lain, anugerah pegiat pendidikan keaksaraan, penghargaan pada tokoh adat pendukung keaksaraan pada komunitas adat terpencil/khusus, apresiasi TBM kreatif/rekreatif, dan apresiasi publikasi video keaksaraan.
Kemudian, apresiasi foto keaksaraan, apresiasi publikasi keaksaraan di media cetak/daring, apresiasi video literasi masyarakat, apresiasi foto literasi masyarakat, serta apresiasi menulis praktik baik literasi masyarakat.
“Melalui peringatan Hari Aksara Internasional, kita perkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan pendidikan, baik tingkat pusat, provinsi, maupun Kabupaten/kota dalam penuntasan buta aksara,” ungkap Jumeri.
Dia menambahkan, pada penganugerahan berlangsung virtual, adapun webinar akan disiarkan secara langsung di sosial media Kemendikbudristek, TV Edukasi, dan media sosial Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus.
Tampilkan Semua

